Kelereng Ajaib
(Oleh Nia kurniawati)
Sebuah kerajaan
berdiri dengan megah. Kerajaan itu bernama kerajaan Pizza. Ya, karena di
kerajaan ini selalu tercium harum pizza. Karpet merah di ballroom kerajaan
berwarna merah seperti saus tomat diatas pizza. Sang raja mempunyai dua orang
putri, mereka adalah Putri Pepperoni dan Putri spageto. Suatu hari putri
pepperoni dan putri spageto bermain petak umpet. Giliran putri spageto untuk
bersembunyi. Setelah berhitung putri pepperoni mencari putri spageto yang bersembunyi.
“Spagetoo …
dimana kamu? Aku pasti menemukanmu!” kata putri Pepperoni sambil mencari
adiknya.
Setelah beberapa
lama putri mencari ternyata ia tidak menemukan adiknya. Hingga akhirnya ia
kelelahan. Putri pepperoni jadi penasaran, ia terus mencari hingga akhirnya
tiba ditepi hutan. Hutan itu tampak menyeramkan. Pohonnya tinggi menjulang, dan
terlihat gelap. Putri ragu untuk masuk kedalam hutan. Demi adiknya iapun
memberanikan diri masuk kedalamnya. Suara-suara aneh mulai terdengar. Putri
ketakutan, tiba-tiba terdengar sebuah suara,
“Toloong …
tolooong aku …,” sebuah suara merintih minta tolong.
Putri semakin ketakutan, suara
itu semakin jelas terdengar. Karena kasihan putri berusaha mencari arah suara
itu. Samar-samar terlihat seekor katak, suaranya makin jelas terdengar.
“Toloong …
tolong aku putri cantik,”
Putri mendekat, ternyata betul.
Seekor katak terikat di pohon. Katak itu memelas minta tolong. Lalu putri pun
melepaskan katak kecil itu yang terikat akar pohon.
“Nah sekarang
engkau bebas katak kecil,” kata putri pepperoni.
“Terima kasih
putri baik hati. Mengapa engkau ada di hutan gelap ini?”tanya katak kecil itu.
“Hmm … aku
sedang mencari adikku. Dia hilang, aku sudah mencarinya kemana-mana,” jawab
putri sedih.
“Putri,
berhati-hatilah di hutan ini. Ada seorang nenek jahat yang tinggal di sebelah
barat hutan ini.”
“Benarkah?”
“Ya, nenek jahat
itu sudah menyihir hutan ini menjadi gelap dan menyeramkan, padahal dulunya
hutan ini sangat indah dan hangat,” kata katak kecil.
“Ooh …
jangan-jangan adikku diculik nenek jahat itu …,” kata putri
“Ya, tadi aku
mendengar dari sahabatku kalau nenek jahat itu membawa seorang gadi kecil
berbaju kuning,”
“Oh itu adikku
spageto, kalau begitu aku harus membebaskan adikku,”
“Tunggu dulu
putri, sebelum pergi bawalah tiga kelereng ini. Kelereng kesatu akan menerangi
jalanmu, jika nenek jahat itu menyerangmu lemparkanlah kelerengnya. Maka ia
akan kalah,”
“Terima kasih
katak,”
“Baiklah semoga
berhasil putri,” kata katak kecil.
Putri pun melanjutkan
perjalanannya mencari adiknya ke arah barat. Kelereng yang diberikan sang katak
membantu menerangi jalannya.
Setelah beberapa
lama putri melihat sebuah gubuk. Di pintu gubuk itu terdapat gambar tengkorak.
Putri berjalan pelan mendekati jendela gubuk itu. Alangkah terkejutnya putri
karena ternyata didalam gubuk terlihat adiknya sedang duduk diikat di kursi.
Sementara di tempat tidur berbaring seseorang berbaju hitam. Nenek jahat itu
rupanya sedang tertidur pulas.
“Kroook ….
Kroook ….,” nenek jahat itu ngorok keras sekali.
Diam-diam putri membuka
pintu,adiknya berseru
“Kakak!”
“Ssstt …,” kata
putri Pepperoni sambil memberi isyarat untuk diam.
Putri pun membebaskan adiknya,
berjingkat-jingkat mereka pergi meninggalkan gubuk nenek jahat itu. Tiba-tiba
pintu berbunyi, nenek jahat itu bangun,
“Hihihi … mau
kemana putri cantik …,”
Nenek jahat itu tiba-tiba saja
sudah ada didepan putri pepperoni dan putri spageto, ia berusaha mencegah
mereka untuk kabur.
Putri pepperoni
dan adiknya mencoba lari. Tapi setiap mereka lari nenek itu berhasil mengejar
mereka. Putri dan adiknya ketakutan. Tiba-tiba ia teringat kelereng ajaib.
Secepat kilat kelereng itu dilemparkan kepada nenek jahat itu. Tapi tidak kena,
nenek jahat itu mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya. Ketika ia akan
melemparkan ke arah putri, putri dengan sigap melemparkan kelerengnya yang
terakhir.
“Booom … ,”
Suara ledakan keras memekakkan
telinga, asap putih menyelimuti nenek jahat itu.
“Aakh …. Tidaaaak,” nenek jahat
itu pun berubah asap dan menghilang. Tak lama kemudian hutan yang tadinya gelap
berangsur-angsur terang benderang. Kicauan burung pun terdengar, menandakkan
sihir nenek jahat itu telah hilang. Putri pepperoni dan adiknya lega karena
nenek jahat itu telah musnah. Kedua putri itu berpelukan. Mereka senang karena
telah selamat dari bahaya. Kini merekapun dengan mudah menemukan jalan pulang
menuju ke istana.
#ODOP99days#day6





