Minggu, 10 Januari 2016

Kelereng Ajaib

Kelereng Ajaib
(Oleh Nia kurniawati)

Sebuah kerajaan berdiri dengan megah. Kerajaan itu bernama kerajaan Pizza. Ya, karena di kerajaan ini selalu tercium harum pizza. Karpet merah di ballroom kerajaan berwarna merah seperti saus tomat diatas pizza. Sang raja mempunyai dua orang putri, mereka adalah Putri Pepperoni dan Putri spageto. Suatu hari putri pepperoni dan putri spageto bermain petak umpet. Giliran putri spageto untuk bersembunyi. Setelah berhitung putri pepperoni mencari putri spageto yang bersembunyi.
“Spagetoo … dimana kamu? Aku pasti menemukanmu!” kata putri Pepperoni sambil mencari adiknya.
Setelah beberapa lama putri mencari ternyata ia tidak menemukan adiknya. Hingga akhirnya ia kelelahan. Putri pepperoni jadi penasaran, ia terus mencari hingga akhirnya tiba ditepi hutan. Hutan itu tampak menyeramkan. Pohonnya tinggi menjulang, dan terlihat gelap. Putri ragu untuk masuk kedalam hutan. Demi adiknya iapun memberanikan diri masuk kedalamnya. Suara-suara aneh mulai terdengar. Putri ketakutan, tiba-tiba terdengar sebuah suara,
“Toloong … tolooong aku …,” sebuah suara merintih minta tolong.
Putri semakin ketakutan, suara itu semakin jelas terdengar. Karena kasihan putri berusaha mencari arah suara itu. Samar-samar terlihat seekor katak, suaranya makin jelas terdengar.
“Toloong … tolong aku putri cantik,”
Putri mendekat, ternyata betul. Seekor katak terikat di pohon. Katak itu memelas minta tolong. Lalu putri pun melepaskan katak kecil itu yang terikat akar pohon.
“Nah sekarang engkau bebas katak kecil,” kata putri pepperoni.
“Terima kasih putri baik hati. Mengapa engkau ada di hutan gelap ini?”tanya katak kecil itu.
“Hmm … aku sedang mencari adikku. Dia hilang, aku sudah mencarinya kemana-mana,” jawab putri sedih.
“Putri, berhati-hatilah di hutan ini. Ada seorang nenek jahat yang tinggal di sebelah barat hutan ini.”
“Benarkah?”
“Ya, nenek jahat itu sudah menyihir hutan ini menjadi gelap dan menyeramkan, padahal dulunya hutan ini sangat indah dan hangat,” kata katak kecil.
“Ooh … jangan-jangan adikku diculik nenek jahat itu …,” kata putri
“Ya, tadi aku mendengar dari sahabatku kalau nenek jahat itu membawa seorang gadi kecil berbaju kuning,”
“Oh itu adikku spageto, kalau begitu aku harus membebaskan adikku,”
“Tunggu dulu putri, sebelum pergi bawalah tiga kelereng ini. Kelereng kesatu akan menerangi jalanmu, jika nenek jahat itu menyerangmu lemparkanlah kelerengnya. Maka ia akan kalah,”
“Terima kasih katak,”
“Baiklah semoga berhasil putri,” kata katak kecil.
Putri pun melanjutkan perjalanannya mencari adiknya ke arah barat. Kelereng yang diberikan sang katak membantu menerangi jalannya.
Setelah beberapa lama putri melihat sebuah gubuk. Di pintu gubuk itu terdapat gambar tengkorak. Putri berjalan pelan mendekati jendela gubuk itu. Alangkah terkejutnya putri karena ternyata didalam gubuk terlihat adiknya sedang duduk diikat di kursi. Sementara di tempat tidur berbaring seseorang berbaju hitam. Nenek jahat itu rupanya sedang tertidur pulas.
“Kroook …. Kroook ….,” nenek jahat itu ngorok keras sekali.
Diam-diam putri membuka pintu,adiknya berseru
“Kakak!”
“Ssstt …,” kata putri Pepperoni sambil memberi isyarat untuk diam.
Putri pun membebaskan adiknya, berjingkat-jingkat mereka pergi meninggalkan gubuk nenek jahat itu. Tiba-tiba pintu berbunyi, nenek jahat itu bangun,
“Hihihi … mau kemana putri cantik …,”
Nenek jahat itu tiba-tiba saja sudah ada didepan putri pepperoni dan putri spageto, ia berusaha mencegah mereka untuk kabur.
Putri pepperoni dan adiknya mencoba lari. Tapi setiap mereka lari nenek itu berhasil mengejar mereka. Putri dan adiknya ketakutan. Tiba-tiba ia teringat kelereng ajaib. Secepat kilat kelereng itu dilemparkan kepada nenek jahat itu. Tapi tidak kena, nenek jahat itu mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya. Ketika ia akan melemparkan ke arah putri, putri dengan sigap melemparkan kelerengnya yang terakhir.
“Booom … ,”
Suara ledakan keras memekakkan telinga, asap putih menyelimuti nenek jahat itu.

“Aakh …. Tidaaaak,” nenek jahat itu pun berubah asap dan menghilang. Tak lama kemudian hutan yang tadinya gelap berangsur-angsur terang benderang. Kicauan burung pun terdengar, menandakkan sihir nenek jahat itu telah hilang. Putri pepperoni dan adiknya lega karena nenek jahat itu telah musnah. Kedua putri itu berpelukan. Mereka senang karena telah selamat dari bahaya. Kini merekapun dengan mudah menemukan jalan pulang menuju ke istana.
#ODOP99days#day6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar