Rabu, 06 Januari 2016

Mendongeng itu Asyik, Lho!



Mendongeng itu asyik
#Odop99#day 3

Mendongeng atau bercerita adalah kegiatan yang mengasyikan. Anak-anak paling suka ketika mendengarkan  cerita. Pengalaman saya sebagai seorang ibu pun demikian. Perkenalan dengan kegiatan mendongeng berawal dari sebuah ketertarikan ketika berpidato. Awalnya saya sangat suka mengikuti speech contest dan news reading contest. Ketika itu storytelling juga ada, hanya tidak terbayangkan bagaimana teknik bercerita itu. Nah, ketika sekolah di PGTK dan ada lomba saya memberanikan diri untuk berpartisipasi, ternyata menang. Akhirnya jadi ketagihan ikut lomba. Saya pun lebih ekspresif lagi dalam bercerita. Ya, inilah yang membedakan pidato dan mendongeng. Mendongeng punya teknik sendiri yang bisa membuat dongeng kita menjadi lebih asyik.

Ketika punya anak tuntutan untuk mendongeng semakin besar. Ternyata manfaat mendongeng pun banyak. Anak-anak bisa terstimulasi seluruh kecerdasannya dari mendengarkan dongeng. Sayangnya, dengan manfaatnya yang begitu besar ternyata banyak juga orangtua yang tidak bisa mendongeng bahkan tidak mau mendongeng. Padahal ketika kita mendongeng, maka ikatan emosional kita dan buah hati akan semakin erat. Banyak pula yang berkata kalau mendongeng itu susah. Hmm .. padahal mendongeng itu mudah lho. 
Nah, bagaimana sih supaya kita bisa asyik mendongeng? Ada tiga cara yang harus kita kuasai, yaitu:
1.      1.  Penguasaan materi
Menguasai materi ketika kita berbicara di depan umum adalah hal yang wajib. Begitu pula ketika kita akan mendongeng didepan anak-anak, materi dongeng harus kita kuasai. Dengan menguasai dongeng kita akan lebih bebas dalam berekspresi. Menguasai artinya menghapalkan isi cerita mulai dari awal sampai pesan yang ingin disampaikan dalam cerita. Jika audiens kita sedikit akan lebih mudah mengarahkan mereka. Namun jika banyak maka kita butuh totalitas dalam bercerita. Jika kita tidak menarik, anak-anak akan sibuk mendongeng sendiri.

2.      2.  Gesture  dan ekspresi
Gesture atau gerak tubuh sangat penting dalam bercerita. Tanpa gesture kita akan tampak membosankan. Secara visual terlihat monoton. Anak akan cepat bosan, terlebih lagi karena rentang konsentrasi mereka juga pendek sehingga perlu adanya kejutan-kejutan secara visual.Ekspresi juga memegang peranan yang sangat penting dalam mendongeng. Ketika sang tokoh tertawa maka kita harus tertawa, ketika sang tokoh marah tunjukanlah kalau kita marah. Anak-anak akan melihat ekspresi kita. Mereka akan belajar mengenali karakter tokoh. Yes, suara kita juga harus all out. Bedakanlah suara tokoh yang satu dengan yang lainnya, agar dongeng menjadi lebih seru. Imajinasi anak pun akan semakin luas tak terbatas.

3.       3. Penguasaan media
Media atau alat untuk mendongeng juga penting. Anak-anak masih membutuhkan visualisasi dalam mendongeng. Biasanya mereka akan bertanya mana tokohnya, seperti apa tokohnya. Bantuan media akan membuat dongeng kita lebih asyik. Ada yang bisa kita mainkan. Apa saja media yang bisa kita gunakan?
-          Buku
Buku adalah benda yang paling mudah kita gunakan untuk bercerita. Biasanya buku bergambar sangat sesuai kita gunakan untuk anak balita. Mereka sangat suka melihat buku bergambar. Gambar bercerita lebih banyak daripada teks. Kita juga bisa leluasa untuk improvisasi cerita

-          Boneka tangan
Boneka tangan juga bisa kita gunakan untuk bercerita. Boneka tangan membuat anak asyik menyimak dongeng
-          Gambar
Sambil menggambar sambil bercerita? Kenapa tidak? Jika pendongeng mampu menggambar sambil bercerita anak akan menemukan sesuatu yang baru. Mereka akan asyik mendengarkan dongeng.
-          Benda lainnya
Benda yang sesuai dengan tema cerita bisa kita gunakan supaya dongeng kita lebih asyik
Kostum tokoh pun bisa kita gunakan, sehingga visualisasi anak terhadap tokoh cerita semakin nyata.

Nah, itulah teknik mendongeng yang harus kita kuasai agar kita bisa menyenangkan anak-anak kita. Ternyata mendongeng itu asyik yaa dan mudah. Mendongeng bisa kita praktekkan bersama dengan anak-anak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar