Mendongeng itu asyik
#Odop99#day 3
Mendongeng atau bercerita adalah
kegiatan yang mengasyikan. Anak-anak paling suka ketika mendengarkan cerita. Pengalaman saya sebagai seorang ibu
pun demikian. Perkenalan dengan kegiatan mendongeng berawal dari sebuah
ketertarikan ketika berpidato. Awalnya saya sangat suka mengikuti speech
contest dan news reading contest. Ketika itu storytelling juga ada, hanya tidak
terbayangkan bagaimana teknik bercerita itu. Nah, ketika sekolah di PGTK dan ada lomba saya memberanikan diri untuk berpartisipasi, ternyata menang.
Akhirnya jadi ketagihan ikut lomba. Saya pun lebih ekspresif lagi dalam
bercerita. Ya, inilah yang membedakan pidato dan mendongeng. Mendongeng punya
teknik sendiri yang bisa membuat dongeng kita menjadi lebih asyik.
Ketika punya anak tuntutan untuk
mendongeng semakin besar. Ternyata manfaat mendongeng pun banyak. Anak-anak
bisa terstimulasi seluruh kecerdasannya dari mendengarkan dongeng. Sayangnya,
dengan manfaatnya yang begitu besar ternyata banyak juga orangtua yang tidak
bisa mendongeng bahkan tidak mau mendongeng. Padahal ketika kita mendongeng,
maka ikatan emosional kita dan buah hati akan semakin erat. Banyak pula yang
berkata kalau mendongeng itu susah. Hmm .. padahal mendongeng itu mudah lho.
Nah, bagaimana sih supaya kita
bisa asyik mendongeng? Ada tiga cara yang harus kita kuasai, yaitu:
1. 1. Penguasaan
materi
Menguasai materi
ketika kita berbicara di depan umum adalah hal yang wajib. Begitu pula ketika
kita akan mendongeng didepan anak-anak, materi dongeng harus kita kuasai. Dengan
menguasai dongeng kita akan lebih bebas dalam berekspresi. Menguasai artinya
menghapalkan isi cerita mulai dari awal sampai pesan yang ingin disampaikan
dalam cerita. Jika audiens kita sedikit akan lebih mudah mengarahkan mereka. Namun
jika banyak maka kita butuh totalitas dalam bercerita. Jika kita tidak menarik,
anak-anak akan sibuk mendongeng sendiri.
2. 2. Gesture
dan ekspresi
Gesture atau
gerak tubuh sangat penting dalam bercerita. Tanpa gesture kita akan tampak
membosankan. Secara visual terlihat monoton. Anak akan cepat bosan, terlebih
lagi karena rentang konsentrasi mereka juga pendek sehingga perlu adanya
kejutan-kejutan secara visual.Ekspresi juga
memegang peranan yang sangat penting dalam mendongeng. Ketika sang tokoh
tertawa maka kita harus tertawa, ketika sang tokoh marah tunjukanlah kalau kita
marah. Anak-anak akan melihat ekspresi kita. Mereka akan belajar mengenali
karakter tokoh. Yes, suara kita juga harus all
out. Bedakanlah suara tokoh yang satu dengan yang lainnya, agar dongeng
menjadi lebih seru. Imajinasi anak pun akan semakin luas tak terbatas.
3. 3. Penguasaan
media
Media atau alat
untuk mendongeng juga penting. Anak-anak masih membutuhkan visualisasi dalam
mendongeng. Biasanya mereka akan bertanya mana tokohnya, seperti apa tokohnya. Bantuan
media akan membuat dongeng kita lebih asyik. Ada yang bisa kita mainkan. Apa saja
media yang bisa kita gunakan?
-
Buku
Buku adalah benda yang paling mudah kita gunakan untuk
bercerita. Biasanya buku bergambar sangat sesuai kita gunakan untuk anak balita.
Mereka sangat suka melihat buku bergambar. Gambar bercerita lebih banyak
daripada teks. Kita juga bisa leluasa untuk improvisasi cerita
-
Boneka tangan
Boneka tangan juga bisa kita gunakan untuk bercerita. Boneka
tangan membuat anak asyik menyimak dongeng
-
Gambar
Sambil menggambar sambil bercerita? Kenapa tidak? Jika
pendongeng mampu menggambar sambil bercerita anak akan menemukan sesuatu yang
baru. Mereka akan asyik mendengarkan dongeng.
-
Benda lainnya
Benda yang sesuai dengan tema cerita bisa kita gunakan
supaya dongeng kita lebih asyik
Kostum tokoh pun bisa kita gunakan, sehingga
visualisasi anak terhadap tokoh cerita semakin nyata.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar