Sabtu, 09 Januari 2016

Mendidik anak menghasilkan karya

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya seorang ibu bisa menghasilkan puluhan karya. Bagaimana ceritanya ya?
Ketika saya resign dari sebuah perusahaan travel saya memutuskan untuk sekolah lagi. Rencananya saya ingin menjadi guru Tk. Saya pun mendaftar masuk untuk menjadi seorang pendidik. Baru beberapa minggu saya belajar ternyata saya dinyatakan positif hamil. Ketika itu saya baru setahun menikah. Bahagia bercampur bingung karena saya akan menjalani sekolah dalam kondisi hamil.
Bismillah, saya pun berusaha menikmati masa belajar dan kehamilan pertama saya. Jarak yang cukup jauh karena harus turun naik bis, tidak menyurutkan langkah saya untuk terus belajar. Ternyata, saya sangat menikmati masa belajar saya. Di sanalah saya menemukan passion saya, saya berkenalan dengan storytelling, storytelling atau bahasa ngetopnya mendongeng ternyata menyenangkan. Mata kuliah demi mata kuliah dijalani dengan suka cita.  Saya merasa senang, exciting ketika belajar. Di usia kehamilan 5 bulan ada tes menjadi guru Tk di sebuah sekolah terkenal. Saya lolos tapi sayangnya kondisi saya sedang hamil sehingga tidak memungkinkan untuk menerimanya. Akhirnya cita cita menjadi pengajarpun kandas. Saya pikir masih ada harapan jika nanti bayi saya lahir saya akan mencari lowongan kerja lagi. Tak terasa masa belajar saya di PGTK pun selesai, usia kehamilan sudah mencapai 9 bulan. Wah .. Sebentar lagi wisuda, saya ingin mengikutinya karena itu adalah moment terakhir bersama teman-teman. Toga, pendaftaran, dan lainnya sudah disiapkan untuk tanggal 14 Juli. Saya harus hadir karena akan menerima predikat siswa terbaik di kelas saya.
Dua hari menjelang tanggal 14 juli perut saya mulai berkontraksi. Saya masih berharap untuk datang wisuda. Dan ternyata tepat tanggal 14 Juli jam 7 pagi saya melahirkan. Wisuda pun tidak jadi, beberapa hari kemudian teman-teman saya datang memberikan piala siswa terbaik ke rumah. Yaa, itulah hadiah terindah untuk anak saya. Meskipun akhirnya saya harus melepas cita-cita menjadi guru tapi saya bahagia. Bayi mungil itu butuh sentuhan ibunya setiap saat, sungguh tidak tega rasanya jika harus menyerahkan pengasuhannya pada orang lain. Tidak! Bagaimana mungkin saya sekolah untuk mendidik sementara anak sendiri saya serahkan pada orang lain yang belum tentu punya ilmu seperti yang saya pelajari. Akhirnya saya mengurungkan niat itu dan fokus mendidik anak saya. Suami, sangat mendukung langkah yang saya ambil. Hari demi hari kami lalui. Semakin hari perkembangan si kecil semakin lucu dan menggemaskan. Kami bahagia, kami senang menghabiskan waktu bersama. Ilmu yang saya pelajari di PGTK ternyata sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang si buah hati. Dialah muridku, dia juga guruku. Bermain, membaca buku, makan bersama, dan semua kegiatan kami lalui bersama.

Mengenal dunia kepenulisan
Sejak SD saya suka menulis diari. Semua kegiatan, curahan emosi selalu saya tuliskan dalam buku diari. Seiring kesibukan kegiatan menulis menjadi berkurang. Lalu suami pun mulai memperkenalkan saya dengan dunia baru pada saya yaitu dunia kepenulisan. belajar menulis cerita anak, ternyata dunia baru itu menyenangkan, satu persatu naskah cerita saya lahirkan. Begitu pula ketika saya mengajak anak membaca ensiklopedi, dari situ saya mendapatkan ide membuat sebuah cerita balita yaitu Kamu Hebat, Anemon! Cerita lain mengalir satu persatu. Alhamdulillah ternyata saya bisa membuat karya. Meskipun saya tidak turun langsung mengajar di sekolah, tapi saya tetap tidak kehilangan dunia anak, dunia yang saya suka. Yes, ternyata mendidik anak di rumah pun menginspirasi saya untuk berkarya dan berprestasi. Buktinya? Hadiah terindah bagi saya ketika mendapat anugerah Perempuan Inspiratif Nova 2011.moment yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Semangat menginspirasi orang lain akan terus hidup dalam jiwa saya, teruslah berbagi manfaat karena sebaik-baik orang adalah mereka yang bisa bermanfaat untuk orang lain Semoga. Semangat menginspirasi dan berkreativitas:)
#ODOP99days#day5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar